Apa itu database relasional dan non relasional ?

Posted on

Semakin berkembangnya era digital saat ini, berbagai perangkat keras terus dikembangkan guna mempermudah aktifitas manusia diberbagai bidang. Wujud dari perangkat keras hingga kini sangat banyak, seperti handphone, komputer, laptop, smartwatch dan masih banyak lagi lainnya.

Bahkan tiap hari hampir semua manusia menggunakan aplikasi setiap harinya baik itu online maupun offline. Tahukah kalian jika semua aplikasi tersebu pasti memiliki tempat dimana mereka menyimpan keseluruhan data. Data tersebut bisa berupa text, gambar, video, mp3, pdf dan lainnya.

Nah database inilah tempat dimana data tersebut disimpan dengan berbagai jenis ekstensinya. Salah satu jenis database ialah database relasional. Database ini berjalan dalam sebuah sistem yang biasa disebut dengan RDBMS atau Sistem Manajemen Basis Data Relasional.

Apa itu Sistem Manajemen Basis Data Relasional?

Sistem manajemen basis data relasional (RDBMS atau hanya RDB) adalah jenis basis data umum yang menyimpan data dalam tabel, sehingga dapat digunakan dan dikaitkan dengan kumpulan data lain yang disimpan. Sebagian besar database yang digunakan oleh bisnis saat ini adalah database relasional. Mayoritas sistem dan aplikasi TI saat ini didasarkan pada RDBMS.

Database Relasional

Basis data relasional memiliki kekuatan untuk menangani banyak data dan kueri kompleks. Data seringkali disimpan dalam banyak tabel, hal itu disebut dengan ‘relasi’. Tabel ini dibagi menjadi beberapa baris dan juga kolom. Ada jutaan baris dalam database. Kolom terdiri dari satu tipe data tertentu, seperti nama, jenis barang, harga barang dan lainnya.

Baca juga : Perkembangan dan Keunggulan Platform Android

Database Non-Relasional

Sebaliknya, database non-relasional (juga disebut database NoSQL) pada dasarnya dirancang dengan mempertimbangkan pengelolaan kumpulan data yang besar. Dan jangan tertipu oleh tag “NoSQL”, menganggapnya lebih sebagai “tidak hanya SQL” karena mereka sering mendukung beberapa perintah SQL.

Database non relasional tidak menyimpan data dalam baris dan kolom. Mereka dapat menggunakan format apa pun yang optimal untuk data yang ditampungnya. Tidak seperti database relasional, mereka hanya menerima kueri tertentu.

Tetapi karena tidak berbasis SQL, mereka menghindari skema yang kaku untuk penataan data. Sama seperti hubungan antara data dalam diagram hubungan entitas, tabel dalam database relasional dapat ditautkan dengan beberapa cara:

1. Karakteristik dari satu record tabel dapat ditautkan ke record tabel lainnya

2. Record tabel bisa ditautkan ke banyak record di tabel lain

3. Banyak record yang dimiliki tabel mungkin terkait dengan banyak record di tabel lain.

Hubungan ini adalah apa yang Anda lihat saat melihat susunan (seperti tabel pivot) di visualisasi dasbor Anda. Itu membuat hubungan yang rumit ini mudah dipahami, sehingga Anda dapat membaca setiap relasi yang terhubung disana.

Akhir Kata

Sebuah aplikasi pasti memiliki database yang berguna menyimpan data-data yang digunakan dalam aplikasi tersebut. Untuk membuat database perlu disusun secara matang mulai dari jumlah table yang digunakan, relasi antar table dan juga tipe datanya.

Meski sedikit membingungkan, semoga teman-teman dapat memahami apa itu database relasional. Jika teman-teman memiliki saran dan masukan silahkan tinggalkan komentar kalian dibawah ini. Terima Kasih.

Gravatar Image
Saya adalah admin sekaligus author di website tegazine.net. Senang rasanya bisa berbagi informasi menarik bersama teman-teman semua. Apabila teman-teman memiliki saran dan kritik terkait website : tegazine.net kalian bisa kirimkan ke email leocadio.tegazine@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *